Jumat, 28 Agustus 2020
Pentingnya Belajar Sains
Opening
Seiring bertambahnya usia sudah seyogyanya bertambah pula kedewasaan seseorang. Kedewasaan identic dengan adanya perubahan pola pikir (mindset), perubahan responsibility (tanggung jawab), response (reaksi,tanggapan) terhadap setiap kejadian. Di usia remaja menuju dewasa sudah seharusnya seseorang itu mengalami pendewasaan diri.
Nikmat apa saja yang sudah kita dapatkan sampai pagi ini? Sehat jasmani, organ lengkap. Kita sudah merasakan nikmat-nikmat tersebut, lalu bagaimana response kita terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita? Yaitu dengan bersyukur. Sudah saatnya kita berfikir, apa yang sudah saya berikan untuk Allah?. Lakukan hal hal yang Allah perintahkan,yang Allah cintai dan jauhi segala yang Allah larang.
QS- Adz Dzariyat(51) ; 56
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KU”
Salah satu ibadah => berbuat baik kepada orang tua => orang tua menepatkan dipesantren karna menaruh harapan besar. Ada nikmat iman dalam pesantren. Ilustrasinya seperti kejadian hari ini (disuruh shalat tahajud, Subuh tepat waktu, padahal baru tidur, capek, lelah). Tingkat kedewasaan bisa diliat bagaimana kita merespon hal tersebut. Mati tak ada yang tau dimana dan kapan, tapi kita bisa prepare dengan selalu mengingat Allah dan selalu berada di tempat yang di di Ridhoi Allah). Ajal datang pada umumnya berdasarkan Habbit seseorang.
Jika saat kecil kita belum bisa melakukan banyak hal dan masih di bantu oleh orang tua, maka sudah saatnya ketika masa remaja sudah mulai berfikir bagaimana kita membalas jasa orang tua. walaupun tidak ada seorang anak yang mampu sepadan membalas jasa orang tua.
Dikisahkan Dari Abi Burdah, ia melihat melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung,
إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ – إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ
Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.
Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.
ثُمَّ قَالَ : ياَ ابْنَ عُمَرَ أَتَرَانِى جَزَيْتُهَا ؟ قَالَ : لاَ وَلاَ بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ، ثُمَّ طَافَ ابْنُ عُمَرَ فَأَتَى الْمَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ : يَا بْنَ أَبِى مُوْسَى إِنَّ كُلَّ رَكْعَتَيْنِ تُكَفِّرَانِ مَا أَمَامَهُمَا
Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun setarik nafas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Beliau lalu thawaf dan shalat dua raka’at pada maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa (Abu Burdah), sesungguhnya setiap dua raka’at (pada makam Ibrahim) akan menghapuskan berbagai dosa yang diperbuat sesudahnya.”
Dari Abu Hurairah dari “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,
لاَ يَجْزِى وَلَدٌ وَالِدَهُ إِلاَّ أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوْكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ
“Seorang anak tidak dapat membalas budi kedua orang tuanya kecuali jika dia menemukannya dalam keadaan diperbudak, lalu dia membelinya kemudian membebaskannya.” (Dikeluarkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 10, shahih) Lihat Al Irwa’ (1737): [Muslim: 20, kitab Al ‘Itqu, hal 25-26]
Begitu agungnya hak orang tua dalam Islam, sampai sulit untuk
dibalas jasa-jasa mereka. Oleh
karenanya meskipun tak bisa membalas jasa orang tua, minimal sebagai anak kita
tidak menambahkan beban lebih pada mereka.
Salah satu
cara yaitu dengan belajar yang sungguh-sungguh.
A. Pengertian Belajar dan keutamaanya dalam islam
Arti belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan kepribadian dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya.
Ilmu adalah hal yang penting bagi kehidupan agar manusia dapat mencapai salah satu tujuan penciptaan manusia, yaitu menjadi khalifah dibumi.
Dalam surat Al-Baqarah (2);30 “ Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi… “.
Oleh sebab itu seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu agar dapat memahami hakikat kehidupan dan isinya serta mengetahui bagaimana proses penciptaan manusia menurut Islam dan makhluk lainnya, agar kita mengerti akan hakikat penciptaan manusia, sehingga bertambah keimanan mereka terhadap Allah SWT.
Hukum menuntut ilmu dalam Islam adalah wajib karena ilmu berguna untuk manusia mencapai sukses dunia akhirat menurut Islam,
Sebagaimana yang kita ketahui, hukum mempelajari ilmu agama (ilmu syar’i) adalah kewajiban atas setiap muslim (fardhu ‘ain). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu (agama) itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah No. 224. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Ilmu syar’i adalah ilmu tentang agama Allah Ta’ala, yaitu ilmu yang bersumber dari kitabullah (Al-Qur’an) dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (As-Sunnah).
Lalu, bagaimana dengan ilmu-ilmu duniawi, khususnya ilmu sains? Apakah mempelajari ilmu-ilmu tersebut menjadi tidak berpahala alias perbuatan sia-sia?
B. Pengertian Sains
Sains merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa latin yaitu scientia (syensyia) yang berarti pengetahuan. Sains merupakan suatu cara yang di gunakan untuk dapat mempelajari segala aspek yang mengenai alam secara terorganisir, sistematik dan juga dapat melalui segala metode dengan saintifik yang telah terbakukan.
Ilmu ini dapat di bedakan menjadi:
- IPA atau ilmu pengetahuan alam.
- IPS atau ilmu pengetahuan sosial.
C. Science dalam Kehidupan Sehari-Hari
Banyak orang saat sudah selesai belajar tentang sesuatu, mereka tidak tahu untuk apa teori/konsep yang sudah dipelajari. Sehingga ilmu yang diperoleh hanya lewat saja. Andaikan kita mau menerapkan konsep itu, kita bisa menyelesaikan masalah yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan ketika belajar tidak berusaha memahami konsep namun lebih banyak menganggap itu sebagai pengetahuan saja sehingga lebih bersifat hafalan.
Sudahkah kita memahami konsep pelajaran??
Bukan hanya dalam pelajaran Science, akan tetapi semua pelajaran yang kita dapat.
Ciri orang yang hanya sekedar menghafal adalah cepat lupa, sehingga bila pelajaran sudah terlewati, maka lupa juga konsep yang sudah dipelajari. Ketika akan ada ujian mereka harus menghafal lagi dengan susah payah. Terlebihuntuk pelajar, tujuan belajarnya semata-mata hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus.
Apakah kita tipe seperti ini??? “perlu introspeksi diri”
Lebih bagus lagi sebenarnya bila kita mau mencari manfaat dari konsep yang kita pelajari untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa contoh penerapan dari konsep yang kita pelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
- Fisika

Fisika yang berasal dari Bahasa Yunani dan memiliki arti ala mini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari mengenai sifat dan gejala yang terjadi pada benda-benda yang terdapat di alam. Gejala yang terjadi di alam merupakan hal yang wajar terjadi di lingkungan manusia. Fisika merupakan ilmu sains yang penting untuk dipelajari karena memiliki peranan yang sangat penting untuk mengetahui struktur benda mati. Sebagai ilmu sains tertua, ilmu fisika telah dipelajari sejak jaman dahulu dan melahirkan banyak penemu terkenal sekelas Newton dan Galileo.
Contoh:
Bila kita mau membeli dawet, suatu jenis minuman yang terdiri dari cendol, air gula merah dan santan. Dengan konsep massa jenis kita bisa memprediksi apakah dawet yang disajikan kepada kita sudah manis atau belum. Bila cendol sudah terapung dalam dawet yang dihidangkan berarti sudah manis, karena massa jenis cendol menjadi lebih kecil dari pada kuah manisnya. Namun bila cendolnya masih tenggelam berarti dawet tersebut belum manis. Tukang cendol akan surprise ketika kita minta tambah air gula merahnya padahal kita belum mencicipinya.
P=m/v, Dimana p (rho)=massa jenis , m = massa zat (kg), v= volume (m3)
Peralatan masak ibu di dapur menggunakan tangkai dari bahan yang tidak menghantarkan panas. Maka dipilih kayu ataupun plastik karena kedua bahan tersebut tidak menghantarkan panas (isolator). Kita menjadi nyaman menggunakan perlatan tersebut ketika memasak.
- Biologi

Biologi merupakan ilmu sains yang berhubungan dengan seluk beluk terjadinya kehidupan. Manfaat ilmu sains tersebut tidak perlu dipertanyakan lagi. Banyak manfaat yang dihasilkan oleh ilmu sains tersebut dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengobatan, pertanian, peternakan, industry dan perikanan. Bioteknologi merupakan salah satu hasil ilmu biologi yang mengalami perkembangan sehingga menimbulkan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia.
Perkawinan silang pada tumbuhan menghasilkan spesies baru.
Lemon + tomat = Lemato
Kiwi + buah berry = Kiwi Berri => dari
amerika
Pencangkokan tanaman
Setek /stek (metode perbanyakan tanaman
menggunakan potongan bagian tanaman seperti akar, daun dan batang) =>cocok
untuk daerah padat penduduk yang minim lahan namun ingin tetap hijau
Hidroponik
- Kimia

Selain biologi dan fisika, kimia merupakan ilmu sains yang bermanfaat bagi manusia. Kimia yang merupakan turunan dari Ilmu Pengetahuan Alam ini sangat membantu manusia dalam mengetahui teka-teki kehidupan yang sulit untuk dipecahkan. Dengan mempelajari ilmu tersebut, manusia dapat mengetahui akan bahaya dari bahan-bahan kimia, mengetahui proses alam yang berlangsung, memahami bahan olahan pembuatan alat kosmetik, bahan bakar dab pupuk yang digunakan merupakan beberapa manfaat yang diperoleh dalam pemahaman ilmu kimia.
Larangan meniup makanan/minuman yang panas saat makan
RAsulullah SAW bersada:
“Apabila kalian (sedang) minum, maka jangan bernafas dalam gelas dan saat membuang hajat, jangan sentuh kemaluan dengan tangan kanan” Hadist riwayat Bukhori muslim
Bernafas= meniup makanan
Dalam ilmu kesehatan modern atau penelitian sains Bertemunya H2O (air/uap) dengan karbondioksida atau CO2 yang dikeluarkan dari mulut manusia akan menghasilkan H2CO3(asam karbonat). Yaitu senyawa kimia yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung apabila masuk ke dalam tubuh manusia. Selain itu juga bisa menyebabkan terjangkitnya bakteri yang di sebut H. Pylori pada makanan. Perpindahan bakteri tersebut sangatlah cepat, sepersekian detik. Alhasil bakteri tersebut bisa menimbulkan berbagai macam masalah, khususnya pada perut seperti diare dan ganguan lambung.
H2O + CO2 =>H2CO3
- Geografi

Geografi menjadi ilmu sains lainnya yang berguna dan dibutuhkan oleh manusia. Dengan ilmu tersebut, manusia dapat melakukan pemetaan akan potensi untuk tanah pertanian, mengarahkan pembangunan daerah, dapat mengetahui potensi alam yang dimiliki oleh suatu daerah, melakukan pemetaan pada daerah yang rawan bencana dan mengetahui jumlah kepadatan penduduk.
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika)
Penerapan geografi untuk mengkaji kondisi cuaca dan iklim, info cuaca yang ada disiarkan di TV
- Matematika

Ilmu sains lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah matematika. Ilmu tersebut dapat membantu manusia untuk melancarkan proses berdagang, dijadikan sebagai dasar pokok ilmu, melatih cara berpikir seseorang dan melatih kesabaran.
Penerapan Aljabar bagi para Pedagang.
Aljabar dapat membantu pedagang untuk menghitung besar kecil keuntungan atau kerugian yang dapat diperolehnya, dan dapat menentukan besar modal yang dibutuhkan. Contoh penerapan Aljabar dalam kehidupan pedagang adalah sebagai berikut:
Seorang pedagang pempek membeli 5
kg ikan giling dengan harga Rp 60.000,00. Dengan 5 kg ikan giling tersebut
dapat dibuat menjadi 10 buah pempek kapal selam. Pedagang itu ingin laba tiap
pempek tersebut sebesar Rp 2.000,00. Maka berapa harga jualnya? Jika pedagang
itu pandai Matematika, pasti akan mudah mengetahuinya, sebaliknya, jika tidak,
apa yang akan terjadi? Bisa dibayangkan sendiri segala kemungkinan yang akan
terjadi dalam angan masing-masing…
Cara mengerjakan menggunakan sistem Aljabar:
Kita anggap harga jual pempek itu sebagai x.
Maka diperoleh:
x = (60.000/10) + 2.000
x = 6.000 + 2.000
x = 8.000
Jadi, harga jual yang bisa diterapkan agar laba satu pempek Rp 2.000 adalah sebesar Rp 8.000,00. Dengan Matematika dan aplikasi Aljabar, sangat simple kan?
- Sosiologi

- Astronomi

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan manusia satu dengan manusia lain. Dengan ilmu tersebut, manusia dapat melatih diri bagaimana menempatkan diri mereka di tengah masyarakat. astronomi merupakan 7 macam ilmu sains yang lain. Dengan mempelajari ilmu tersebut, manusia akan memiliki pengetahuan seputar perbintangan. Manusia dapat menghitung tanggal, mengetahui cuaca yang sedang berlangsung, mengetahui arah mata angin dan digunakan sebagai bahan untuk melakukan ramalan
Hukum Belajar Sains
1. Jika Mendatangkan Kebaikan untuk Umat Islam, Hukum Mempelajari Ilmu Duniawi adalah Fardhu Kifayah
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, rahimahullahu Ta’ala, pernah ditanya,.”Apakah (mempelajari) ilmu seperti ilmu kedokteran dan industri termasuk tafaqquh fid diin (mempelajari agama Allah Ta’ala)?”. Beliau rahimahullahu Ta’ala menjawab. “Ilmu-ilmu tersebut tidaklah termasuk dalam ilmu agama (tafaqquh fid diin) karena dalam ilmu-ilmu tersebut tidaklah dipelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Akan tetapi, ilmu tersebut termasuk dalam ilmu yang dibutuhkan oleh umat Islam.
Oleh karena itu, sebagian ulama berkata, ‘Sesungguhnya mempelajari ilmu industri (teknologi), kedokteran, teknik, geologi, dan semisal itu, termasuk dalam fardhu kifayah. Bukan karena ilmu-ilmu tersebut termasuk dalam ilmu syar’i (ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah), melainkan karena tidaklah maslahat bagi umat (Islam) ini bisa terwujud kecuali dengan mempelajari ilmu-ilmu tersebut.’Oleh karena itu, aku ingatkan kepada saudara-saudaraku yang sedang mempelajari ilmu-ilmu tersebut agar mereka niatkan untuk dapat memberikan manfaat bagi kaum muslimin dan meningkatkan (derajat) umat Islam.” Di tempat yang lain, beliau rahimahullahu Ta’ala berkata,
“Dan sungguh banyak ulama telah menyebutkan bahwa mempelajari ilmu industri (teknologi) termasuk fardhu kifayah. Hal ini karena manusia harus (tidak boleh tidak) memiliki ilmu tersebut untuk dapat memasak (menyiapkan makanan), minum, atau perkara-perkara lainnya yang dibutuhkan. Jika tidak ditemukan orang yang menekuni ilmu tersebut, hukum mempelajarinya menjadi fardhu kifayah.”
2. Apa yang dimaksud dengan fardhu (wajib) kifayah?
Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di, rahimahullahu Ta’ala, berkata,
“Yang dimaksud dengan fardhu kifayah adalah jika sejumlah orang dalam jumlah yang mencukupi telah melaksanakan kewajiban tersebut, gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Jika tidak ada satu pun orang yang melaksanakannya, semua orang yang memiliki kemampuan (untuk melaksanakan kewajiban tersebut) menjadi berdosa.”
Kesimpulannya, hukum mempelajari ilmu duniawi (sains) sangat tergantung pada tujuan, apakah untuk tujuan kebaikan ataukah tujuan yang buruk. Oleh karena itu, ketika ilmu duniawi menjadi sarana untuk menegakkan kewajiban dalam agama, hukum mempelajari ilmu tersebut menjadi wajib. Dan ketika menjadi sarana untuk menegakkan perkara yang hukumnya sunnah dalam agama, hukum mempelajarinya juga sunnah.
3. Penerapan Ilmu sains dalam kehidupan manusia
· Ilmu Matematika
D. Keutamaan belajar sains dalam syariah islam
1. Allah akan memudahkan jalannya menuju surga
Dari Abu Hurairah, di riwayatkan sebagai berikut :
“Siapa saja yang mengadakan perjalanan untuk usaha menuntut ilmu, maka Allah akan menganugerhkannya jalan ke surga.” (HR. Muslim)
Dalam hadits tersebut yang dimaksud dengan mengadakan perjalanan untuk usaha menuntut ilmu adalah belajar.
2. Para malaikat akan membentangkan sayap untuk orang yang menuntut ilmu
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda :
“Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap mereka kepada para pencari ilmu, sebagai pertanda ridha dengan usaha orang-orang itu.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
3. Orang yang belajar adalah orang yang lebih baik dari dunia dan isinya
Rasulullah SAW. bersabda :
“Seseorang yang mempelajari satu bab dari suatu ilmu masih jauh lebih baik nilainya daripada dunia dan isinya.” (HR. Ibnu Hibban)
4. Orang yang belajar akan mendapat pahala
Rasulullah SAW. bersabda :
“Ilmu itu laksana sebuah gudang, sedangkan kunci pembukanya adalah bertanya. Sesungguhnya, ada pahala bagi empat golongan manusia, yaitu orang yang bertanya, orang yang menjawab, orang yang mendengar dan orang yang suka dengan kondisi mereka bertiga.”(HR. Abu Nu’aim)
Dalam hadits tersebut bertanya sama dengan belajar. Dalam proses belajar seseorang akan bertanya untuk hal-hal yang tidak dimengerti.
5. Orang yang menuntut ilmu lebih baik dari shalat sunnah seratus rakaat
Dari Ibnu Abdul Birri, Rasulullah SAW. pernah bersabda dengan mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang pergi mempelajari satu bab dari ilmu, ia lebih baik dari orang yang melakukan sholat sebanyak seratus rakaat.
6. Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban dalam Islam
Bagi umat muslim menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban, untuk membedakan mereka dengan orang-orang yang jahiliyah dan agar mereka dapat menyempurnakan ibadahnya kepada Allah SWT. Rasulullah pernah bersabda :
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”
7. Orang yang belajar akan mendapatkan pengetahuan lebih
Ilmu pengetahuan hanya akan didapat dan bertambah apabila seseorang terus belajar dan belajar. Tanpa belajar mereka tidak akan mendapatkan pengetahuan, dan pengetahuannya hanyalah sebatas apa yang mereka kehendaki.
8. Orang yang menuntut ilmu sama dengan berjihad
Menuntut ilmu atau belajar merupakan suatu upaya untuk memberantas ketidaktahuan dan kebodohan, itulah mengapa dikatakan orang yang berilmu sama seperti orang yang berjihad dijalan Allah SWT. karena mereka yang belajar diibaratkan sepertii sedang memerangi kebodohan atau kejahiliyahan.
Dari beberapa keutamaan belajar diatas, kita dapat menyimpulkan, bahwa belajar adalah suatu upaya yang di ridhai oleh Allah SWT. jika hal tersebut menngandung kebaikan, terutama jika hal tersebut berkaitan dengan agama.
Kesimpulan
Ilmu agama => Fardhu’ ain=>untuk Dunia Akhirat
Ilmu Pengetahuan/sains => Fardhu kifayah => pelajari konsepnya => pilih yang sesuai dengan passion (sesuatu yang kita tidak pernah bosan melakukannya, enjoy melakukannya, dan merupakan hal yang benar-benar kita rela berkorban untuk hal tersebut).
Luruskan niat, lakukan segala sesuatu karena mengharap ridho ALLAH semata.